Brigjen TNI
Didik Hartanto, S.IP

Kolonel Caj
Agus Mintarto, S.Sos.,M.M.

Juni 2013
M S S R K J S






1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30





RSS Syndicate
icon
Sejarah

LINTASAN SEJARAH
AJUDAN JENDERAL ANGKATAN DARAT

Periode perang kemerdekaan antara tahun 1945 s.d tahun 1949 nama Ajudan Jenderal secara formal belum dikenal di lingkungan angkatan perang Republik Indonesia, namun demikian fungsi Ajudan Jenderal telah dilaksanakan sangat sederhana, tidak terpadu dan belum terpusat.

Selanjutnya penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal yang relatif lengkap baru dikenal setelah terbentuknya Staf "A" tanggal 19 Desember 1949 yang merupakan cikal bakal dari organisasi Ajudan Jenderal.

Hal ini didasarkan kepada dua hal :
1. Pada saat pemulihan kedaulatan Republik Indonesia Staf "A" dibebani tugas untuk menangani serah terima secara berangsur-angsur terhadap badan-badan yang termasuk dalam lingkungan Hoofd Kwartier Van Ajudant General Knil.

2. Aplikasi penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal melalui wadah organisasi Staf "A" terwujud melalui pembentukan organisasi dinas-dinas sebagai berikut :

-  Dinas Personalia Militer.
-  Dinas Personalia Sipil
-  Dinas Wajib Tentara dan Rekontruksi
-  Dinas Penyempurnaan Pengetahuan dan Keahlian.
-  Dinas Urusan Kesejahteraan Tentara
-  Dinas Urusan Sosial Tentara
-  Dinas Pemeliharaan Pemakaman Tentara.

Dari rangkaian kegiatan pelaksanaan Staf �A� dapat disimak bahwa penyelenggaraan Administrasi Personel yang tertib dan terpadu mendapatkan perhatian utama. Pada situasi dan kondisi penataan serta tugas organisasi tersebut Kepala Staf Angkatan Darat mengeluarkan Surat Penetapan Nomor : TAP/300/KSAD/ PNT/30, tanggal 28 Desember 1950 tentang penetapan status Quo kepangkatan Militer Angkatan Darat dan pemberian Nomor Register Pusat bagi anggota TNI AD.

Berdasarkan penetapan itulah maka tanggal 28 Desember 1950 dijadikan titik tolak dimulainya penertiban, pembenahan administrasi personel di dalam tubuh Angkatan Darat secara terpusat dan menyeluruh serta merupakan tonggak sejarah ditetapkannya hari jadi Ajudan Jenderal.

Sejalan dengan tuntutan perkembangan organisasi yang efektif dan efisien, maka organisasi Ajudan Jenderal telah mengalami perubahan-perubahan dan perkembangan sebagai berikut :

-  Direktorat Ajudan Jenderal (DITAJ) tahun 1950 s.d 1971
-  Pusat Ajudan Jenderal (PUSAJ) tahun 1971 s.d 1978
-  Induk Administrasi Angkatan Darat (INMINAD) tahun 1971 s.d 1978
-  Jawatan Administrasi dan Personel TNI Angkatan Darat (Janminpersad) tahun 1978 s.d 1985
-  Direktorat Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat (Ditajenad) tahun 1985 sampai dengan sekarang.